
<rss version= "2.0">
  <channel>
    <title>Nekoroid.com - Just a regular blog by Pus2meong (Indonesia  Language Feed)</title>
    <description>A place where geek and otaku found their daily doze</description>
    <link>http://www.nekoroid.com</link>
    <copyright>2008-2009 pus2meong</copyright>
    
    
        <item>
          <title>Dikala Koneksi Internet Warnet lagi Dudutz</title>
          <description><![CDATA[<div style='color:green;'><b>Category:Uncategoized, Date: 2010-01-11, Time: 11:47:00</b></div> <div><img src='http://www.nekoroid.com/sundul/Jan11_2010_275.jpg' alt='Dikala Koneksi Internet Warnet lagi Dudutz'></div> Pada ngapain sih anak-anak kalo koneksi internet di warnet lagi putus?<br>
Nah, dari pada cabut kerumah, mereka masih pada ngendon di warnet, ngadem di AC, dan ngarepin koneksi nyambung lagi biar bisa maen tembak-tembakan :D<br>
Salah satu cara ngabisi waktu adalah, maen game puzzle kayak diatas.<br>
<br>
Atau ngerubungin yang punya warnet demi voucher gratisan.<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/randomshoots/january2010/IMG_4368.jpg"/></div><br>
<br>
Atau maen kartu<br>
Yang kalah pake helm XD<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/randomshoots/january2010/IMG_4376.jpg"/></div><br>
<br>
Sensor gila gilaan :D<br>
Demi kenyamanan semua orang. Hahaha...<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/randomshoots/january2010/IMG_4380.jpg"/></div> ]]></description>
          <link>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=175</link>
          <guid>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=175</guid>
        </item>
        
        <item>
          <title>Benarkah Penyadang Cacat = Orang Sakit?</title>
          <description><![CDATA[<div style='color:green;'><b>Category:WTF, Date: 2009-12-24, Time: 06:22:07</b></div> <div><img src='http://www.nekoroid.com/sundul/Dec24_2009_261.jpg' alt='Benarkah Penyadang Cacat = Orang Sakit?'></div> Kalau seorang tuna netra naik kendaraan umum buat pergi keluar kota, apa itu hal yang biasa? Di luar negeri mungkin itu biasa, tapi di Indonesia? Tuna netra lebih cenderung di ibaratkan orang yang lebih sering jadi pengemis, pengamen, tukang pijat, bahkan orang sakit. Apa itu benar?<br>
<br>
Temen gue adalah tuna netra, dia pernah cerita kalo dia naik bis atau kereta ke luar kota, biasa biasa aja tuh. Maksudnya, awak angkutan kereta atau bus nggak lah segitu "panik" nya kalo dia ada didalam kendaraan.<br>
Tapi lain lagi urusannya kalau naik pesawat.<br>
<br>
Oh, disini gue tulis maskapai penerbangan tapi maksudnya nggak jamak. Gue nggak mau sebut secara spesifik yang mana, buat menghindari masalah. Tapi meski begitu ini tetap kejadian nyata yang gue alami sendiri. Jadi artikel ini bukan bullshit, bullcrap, ataupun dogshit.<br>
<br>
Dia cerita kalau dia naik pesawat di salah satu maskapai penerbangan, dia harus tanda tangan surat pernyataan yang isinya menyatakan kalau pihak penerbangan tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengan nya dan bisa menuntut kalau terjadi masalah yang disebabkan oleh tuna netra.<br>
Di surat pernyataan itu juga jelas terindikasi kalau tuna netra di golongkan sebagai orang sakit.<br>
<br>
Reaksi gue tentunya, Masa sih sampe segitu lebay nya?<br>
Tapi ternyata itu benar. Gue alami sendiri kejadiannya.<br>
Di bandara Soekarno Hatta, petugas maskapai penerbangan menyarankan kalau temen gue agar didudukin di kursi roda. Tentu gue tolak dong, temen gue cuma buta, tapi masih bisa berdiri dan jalan kok.<br>
<br>
Setelah dapet sedikit sambutan dari expresi beberapa petugas maskapai penerbangan yang kurang mengenakkan (sayang gue ga foto orangnya, udah keburu gugup soalnya pertama kali naik pesawat :P ), kita terbang ke Yogyakarta.<br>
<br>
Baliknya, apa yang dicertain temen gue jadi kenyataan lagi.<br>
Di bandara Adi Sucipto, pas naik ke pesawat, temen gue harus menandatangani surat pernyataan yang pernah dia ceritain (yang tanda tangan sih gue). Asli sebenernya gue ga mau, tapi kalo keinget bakalan delay dan cekcok dulu ama pihak maskapai penerbangan, belom lagi kemungkinan gue kalo emosi bakalan nonjok penumpang yang marah ke kita karena bikin delay, jadinya gue tanda tangan aja lah.<br>
<br>
Dari cerita diatas, sekarang kalian tau kalau seorang penyandang cacat, dalam hal ini adalah tuna netra sebagai contoh nyata, dianggap orang sakit.<br>
Maskapai penerbangan (ga usah gue sebutin namanya ya, bisa rusuh nanti) merasa kalau mereka ini adalah beban buat mereka, karena itulah mereka membuat kebijakan seperti itu.<br>
<br>
TAPI!<br>
[b]Yang jadi masalah adalah, penyandang cacat, dalam hal ini adalah tuna netra bukanlah orang sakit![/b]<br>
Memang mereka nggak bisa melihat, tapi lantas bukan berarti mereka sakit. Salah sekali kalau penyandang cacat di samakan dengan orang sakit.<br>
Temen gue sehat kok badannya, kalo memang dia sakit, buat apa sih naik pesawat? Bikin susah diri sendiri aja dan bahkan bisa tambah parah sakitnya.<br>
<br>
Kalau temen gue itu punya kelainan jantung, atau dalam masa penyembuhan karena habis sakit berat atau operasi, atau hal semacamnya, itu bisa diterima. Tapi temen gue itu cuma buta, dia tuna netra tapi nggak sakit. Dia sehat kok.<br>
Tapi kenyataanya, maskapai penerbangan yang kita pakai menganggap kalau itu sama saja dengan orang sakit.<br>
<br>
Temen gue pernah cerita waktu dia naik Garuda Indonesia nggak di perlakukan begitu sama petugas maskapainya. Beda banget ama maskapai "yang ga usah gue sebutin namanya".<br>
<br>
[b]Menurut gue, ini adalah bentuk lain dari diskriminasi sosial terhadap penyandang cacat.[/b]<br>
<br>
Karena hal ini, timbul beberapa pertanyaan dari gue:<br>
Kalau memang maskapai penerbangan tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengan si penyandang cacat, bagaimana kalau masalah terjadi bukan berasal dari si penyandang cacat? Apa mereka akan lepas tangan?<br>
<br>
Misalkan terjadi pendaratan mendadak, dan karena tuna netra atau penyadang cacat lainnya terlambat keluar pesawat dan terjadi hal buruk akibat tidak ada yang membantunya, apakah maskapai penerbangan akan bertanggung jawab?<br>
Apakah mereka akan masa bodo dan membiarkan penyadang cacat keluar dari pesawat dengan sendirinya karena sudah menandatangani surat pernyataan itu? (dalam keadaan apapun, hidup, mati, ataupun terluka).<br>
Kalaupun dibantu, tapi kalau penyandang cacat yang menderita kerugian atas kejadian ini mau menuntut, apakah penandang cacat bisa menuntut maskapai penerbangan atas hal ini?<br>
<br>
Atau contoh lainnya kalau ada penumpang lain membuat masalah dan temen gue kena imbasnya (terluka misalnya), apa mereka akan lepas tangan? Dan sekali lagi, apakah penyandang cacat bisa menuntut maskapai penerbangan akan hal ini?<br>
<br>
Ini jadi tambah aneh karena setelah nulis beberapa pertanyaan diatas, gue jadi mikir. "Apa asuransi nggak meng-cover penyandang cacat?"<br>
<br>
Ada yang bisa jawab pertanyaan diatas? Silahkan email gue kalo berniat menjawab (ada di halaman profil, bisa diakses dari halaman home), sorry gara-gara ini situs jadi sasaran spambot, gue musti matiin figur komentar sementara.<br>
<br>
Seharusnya, pihak maskapai penerbangan sudah melakukan edukasi kalau penyandang cacat bukanlah orang sakit. Mereka tidak seharusnya main pukul rata kalau tuna netra itu sama saja dengan orang sakit.<br>
<br>
Kalaupun ada kebijakan mengenai penyandang cacat, seharusnya kebijakan itu melindungi mereka dan bisa membantu mereka selama penerbangan.<br>
Bagaimanapun juga mereka adalah warga negara Indonesia yang punya hak sama dengan orang berpenglihatan.<br>
<br>
Kalau tuna netra harus menandatangani surat itu, SEHARUSNYA orang yang berpenglihatan JUGA mendandatanginya kan?<br>
Banyak orang berpenglihatan yang sebenarnya sakit, entah itu jantung, ginjal, diabetes, paru-paru, epilepsi, dan lain lain. Tapi karena mereka berpenampilan "normal" tidak terlihat kalau mereka sakit.<br>
Lantas hanya karena temen gue yang tuna netra buta, mereka langsung "Oh, orang buta, dia sakit! Harus tanda tangan surat pernyataan biar kita aman dan ga kena tuntutan!"<br>
That's f*cking bullshit man... <br>
<br>
Maskapai penerbangan "Yang ga usah gue sebutin namanya", atau pihak manapun yang memperlakukan seorang penyandang cacat begitu, saya sarankan kalian mulai belajar dan mengedukasi diri kalian sendiri dalam memperlakuka orang buta atau penyandang cacat lainnya.<br>
<br>
Apa kalian sadar, dengan meminta seorang tuna netra menandatangani "surat keterangan sakit" yang kalian sodorkan atapun meminta teman/pendampingnya yang menandantangani, kalian sudah menghina mereka?<br>
<br>
[b]Coba renungkan itu baik baik.[/b]<br>
<br>
Gambar diatas diambil dari game berjudul Katawa Shoujo. Sebuah game yang menceritakan kehidupan penyandang cacat yang bersekolah di sekolah khusus dan mereka menjalani kehidupan mereka sama dengan orang normal lainnya.<br>
<br>
Karakter dari kiri ke kanan:<br>
Lily Satou (Tuna Netra)<br>
Hanako Ikezawa (kerusakan kulit wajah dan bagian tubuh permanen)<br>
Rin Tezuka (cacat fisik bagian tangan yang tidak tumbuh sempurna)<br>
Shizune Hakamichi (Tuna Rungu & Wicara)<br>
Emi Ibarazaki (Kehilangan kedua kaki sampai ke batas lutut)<br>
<br>
Meski mereka penderita cacat tapi kehidupan mereka normal-normal saja. Lily bisa kemana mana sendirian, Hanako yang meski pemalu tapi bisa akrab dengan Lily, Rin yang tidak bisa menggunakan tangannya memakai kakinya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari, Shizune yang bisu dan tuli tapi adalah orang yang aktif sebagai ketua kelas, dan Emi yang kehilangan kakinya tapi sangat ceria dan aktif dalam klub atletik (memakai kaki buatan, yang kalo dilihat dari desainnya, itu bisa membuatnya lari kebut).<br>
<br>
Game ini tidak menggambarkan sosok penyandang cacat sebagai orang sakit. Justru orang normal yang menjadi tokoh utamanya lah yang digambarkan sebagai orang sakit. Tokoh utama normal-normal saja, tidak punya cacat fisik, tapi dia mengalami kelainan jantung. Kalo orang semacam ini naik pesawatnya, sudah sepantasnya dia juga harus menandantangani surat pernyataan itu.<br>
Tapi apakah petugas maskapai penerbangan peduli dan mau menanyakan akan kondisi orang yang terlihat normal dan sehat?<br>
<br>
Silahkan kunjungi situs game ini di:<br>
<a href="http://katawa-shoujo.com">http://katawa-shoujo.com</a><br>
<br>
Game ini sudah tersedia versi demonya, silahkan di download:<br>
<a href="http://katawa-shoujo.com/download.php">http://katawa-shoujo.com/download.php</a><br>
]]></description>
          <link>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=173</link>
          <guid>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=173</guid>
        </item>
        
        <item>
          <title>Nonton Zombieland bareng forum VGI</title>
          <description><![CDATA[<div style='color:green;'><b>Category:Film (Movie/Life Action/Series), Date: 2009-12-07, Time: 05:51:59</b></div> <div><img src='http://www.nekoroid.com/sundul/Dec07_2009_253.jpg' alt='Nonton Zombieland bareng forum VGI'></div> Welcome to the United States of Zombie Land!<br>
Kemaren minggu nonton bareng di Plaza Senayan ama anak-anak VGI. Meski ini film horror, tapi pada dasarnya ini adalah film komedi bertemakan "arti dari sebuah keluarga... Yang ada ditengah-tengah kawanan zombie" XD<br>
<br>
Tokoh utamanya adalah cowok penakut bernama Colombus, tapi disaat yang sama dia bisa selamat karena bikin peraturan-peraturan yang membuatnya tetap waspada dari para zombie yang berkeliaran.<br>
Film ini asli kocak, karena ditiap-tiap event pasti nongol tulisan 3D yang ngasih tau aturan-aturan yang dibuat agar selamat dari zombie. Mulai dari, jaga stamina, tembak sekali lagi kali meski Zombie udah jatoh (inget game Resident Evil kan :D ) atau jangan ke toilet.<br>
<br>
Tokoh kedua adalah pemburu zombie, namanya Tallahase. Kehilangan keluarganya, dia jadi keliling amrik berburu zombie, dan pengen banget makan Twinky (semacem roti di kemasan). Terus ketemu Colombus dan jalan bareng dah.<br>
<br>
Tokoh ketiga dan keempat adalah dua bersaudara kakak beradik Wichita dan Little Rock, yang pengen pergi ke taman ria macem dufan, mereka menipu Colombus dan Tallahase, tapi pada akhirnya malah kompak.<br>
<br>
Dari awal film sampe pertengahan, ceritanya bikin ngakak abis. Terus setelah di pertengahan, alur mulai nyelow, dan di akhir mulai aksi. Kadar kocaknya di akhiran film nggak segede pas di awal-awal (tapi tetep bikin ketawa), mungkin karena pengen lebih difokusin ke aksi.<br>
<br>
Film ini cocok di tonton keluarga, tapi jangan bawa anak-anak yah. Soalnya banyak banget adegan kekerasan meski kejadiannya kocak, kayak: ngemplang kepala zombie pake Batt baseball, ngelindes zombie pake mobil (dua kali), atau pas nyeritain cara membunuh zombie terbaik yang pernah ada (di jatohin piano dari atas), hahahaha....<br>
<br>
Selain itu, jangan anggep serius ini film. Jadi jangan tanya, kenapa burger bisa nyebapin orang jadi zombie. Pokoknya di nikmatin aja filmnya, dijamin ngakak deh :D<br>
<br>
Zombieland website<br>
<a href="http://www.zombieland.com">http://www.zombieland.com</a><br>
VGI website<br>
<a href="http://www.videogamesindonesia.com">http://www.videogamesindonesia.com</a>]]></description>
          <link>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=172</link>
          <guid>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=172</guid>
        </item>
        
        <item>
          <title>Peraturan dan Pelaksanaannya</title>
          <description><![CDATA[<div style='color:green;'><b>Category:Rants, Date: 2009-11-25, Time: 16:17:41</b></div> <div><img src='http://www.nekoroid.com/sundul/Nov25_2009_246.jpg' alt='Peraturan dan Pelaksanaannya'></div> Tadi pagi ceritanya gue nganterin nyokap ke rumah sakit buat periksa mata.<br>
Mata masih ngantuk banget, ogah-ogahan gue bangun, buka tas, masukin Figma ama Nendoroid. Ga lupa kamera juga, berangkat deh.<br>
<br>
Sampe di rumah sakit, setelah ngambil nomor antrian gue sarapan soto ayam di perempatan jalan.<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/randomshoots/IMG_3242.jpg"/></div><br>
Terus akhirnya gue nemu satu label peringatan, yang bisa kalian baca sendiri dibawah ini.<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/randomshoots/IMG_3265.jpg"/></div><br>
[b]That's a bullshit man![/b]<br>
Kenapa? Soalnya nyokap pas mau operasi waktu itu musti bayar ke suster, bukan di loket. Udah mana ngurus klaim penggantiannya ribet lagi >.<<br>
<br>
Yang bikin gue geleng-geleng kepala. Itu peringatan di tempel di deket polikliniknya, tapi tetep aja mereka berani melanggar.<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/randomshoots/IMG_3256.jpg"/></div><br>
Mungkin kalian nanya, kok lu diemin aja?<br>
Soalnya bakalan tambah panjang urusannya dan nyokap ga bakalan operasi juga. Makanya gue cuekin.<br>
<br>
Kenapa baru sekarang curhat<br>
Soalnya nyokap beberapa kali cek up kesana, dan gue yang musti nganterin, dan gue selalu ngelewatin itu papan peringatan. Ga enak kalo di pendem terus terusan kan? :D]]></description>
          <link>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=171</link>
          <guid>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=171</guid>
        </item>
        
        <item>
          <title>Sehari di Universitas Gajah Mada</title>
          <description><![CDATA[<div style='color:green;'><b>Category:Event, Date: 2009-11-22, Time: 11:32:01</b></div> <div><img src='http://www.nekoroid.com/sundul/Nov22_2009_241.jpg' alt='Sehari di Universitas Gajah Mada'></div> Tanggal 19-20 kemaren ceritanya gue ama temen gue Ramaditya pergi ke Yogyakarta buat event di UGM. Tentunya gue ga kelupaan bawain Nendoroid ama Figma gue dong. Ada satu hal unik sebelum kita take off.<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2834.jpg"/></div><br>
Di ruang tunggu, ada dua booth bersebrangan yang saling berhadapan. Dua booth itu adalah booth dari dua perusahaan asuransi berbeda, dan mereka nawarin asuransi tambahan buat penumpang.<br>
Kedua pihak kayak udah mau perang aja tiap kali ada calon penumpang lewat, manggil-manggil calon penumpang dan siapa yang didatengin berarti pemenangnya. Ampuuun dah, nyawa penumpang udah kayak produk yang bisa di hargai pake duit aja. :D<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2839.jpg"/></div><br>
Kita berangkat pas ujan-ujan, akibatnya gue ga bisa jeprat jepret, ke iket ama safety belt terus. Untung nya setelah itu kita bisa lepas safety belt.<br>
<br>
[b]Drossel ngeliatin awan[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2842.jpg"/></div><br>
Begitu lampu safety belt off, langsung bongkar tas dah. Ambil Nendoroid, Figma dan kamera buat jeprat jepret.<br>
Eeeh, pas baru ngambil gambar beberapa kali, tau tau mo landing. Waduh...<br>
<br>
[b]Nendoroid Raspberyl ada dimana hayoo?[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2843.jpg"/></div>	  <br>
<br>
"Tunggu, gua beres2 dulu biar keren" kata Rama. GPL, langsung jepret dah. Hahaha...<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2848.jpg"/></div><br>
[b]Raspberyl udah ga sabaran pengen makan[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2854.jpg"/></div><br>
Kita di jemput, dan makan dulu di bebakaran (ato apalah namanya, gue lupa :D).  Salah pesen gua, maksud hati pesen udang, eeh ayam bakar ikut ke ambil.<br>
Dasar Rama perut karet, gue kasih aja dah ayam bakarnya ke dia :D<br>
<br>
[b]Drossel nyemplung ke kobokan[/b]<br>
Niatannya sih mejeng di gelas minuman gue, tapi apa daya tangan selip.<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2855.jpg"/></div><br>
<br>
Disana kita bincang-bincang sebentar. Ngomongin masalah hobby di mata orang yang hobby dan orang yang awam.<br>
Hobby gue itu boros duit (hobby nya rama lebih parah lagi lho). Waktu di tanya ini Nendoroid harganya berapa, mereka kaget pas gue jawab santai 400 rebuan. Hahaha...<br>
Gue sih bisa maklum, di mata orang yang nggak hobby, pasti cuma buang-buang duit. Tapi yang namanya hobby, kalo duit nya ada juga ga bakalan kepikir itu boros apa nggak.<br>
Sama aja sih ama hobby bokap gue yang demen piara dan beli burung yang harganya ratusan ribu sampe jutaan, buat gue sih bokap cuma buang-buang duit soalnya burung itu ada resiko mokat dan ga laku. Tapi toh, bokap tetep beli, karena dia seneng dan ada duitnya, mau apa lagi coba?<br>
Enaknya, mereka paham mengenai masalah ini.<br>
<br>
[b]All of your food are belong to us![/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2856.jpg"/></div><br>
Dulu gue pernah ketemu orang yang sama sekali nggak menghargai hobby orang lain dan ga mau denger kalo yang namanya hobby itu bukan perkara berapa duit yang udah habis, dan bukan perkara boros apa nggak. Menurut dia, hobby itu harus hemat uang, jangan sampe ngabisin duit.<br>
<br>
[b]If you not satisfied, I'll blow your ass away to Kindom Come![/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2857.jpg"/></div><br>
Dia ada benernya juga sih, emang yang bagus itu kalo punya hobby yang ga boros duit.<br>
Tapi ada point dimana dia ga mau lihat dan pahami, tiap orang punya hobby beda, dan tiap hobby punya besaran konsumsi uang yang beda juga. Bagus kalo hobby nya ga boros duit, tapi ga semua hobby hemat duit dan ga semua orang mau ngelakonin hobby yang sama ama dia kan?<br>
<br>
Gue juga inget, waktu itu ada yang komentari postingan Rama mengenai hobby Lightsabernya yang katanya boros duit. Ya itu buat lu yang nggak hobby Lightsaber, Madam, buat Rama mah beda, dia paham kalo itu butuh duit banyak, tapi toh tetep dia jalanin juga. kenapa? Karena itu udah jadi hobby nya dan dia mampu kok keluar duit ber jeti-jeti (kalo nggak, ga mungkin kan dia punya banyak Lightsaber?)<br>
<br>
[b]Drossel dan Aegis mejeng di laptop[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2918.jpg"/></div><br>
Setelah makan malem, kita ke asrama. Rencananya sih gue, Rama, Hatta dan Greg pengen langsung ke Prambanan. Soalnya ada titipan yang musti gue serahin juga, dan pengen bikin video Lightsaber juga. Tapi ternyata ada forum dadakan, ya udah, sementara Rama jadi pembicara, gue sibuk ngeracunin Hatta pake Figma dan Nendoroid :D<br>
<br>
Oh, lupa bilang. Ternyata salah satu panitia UGM ada yang namanya Hatta juga.<br>
Abis itu, langsung cabut ke Prambanan pake taksi. Buset dah, supirnya maen tembak 60 rebu aja. Tapi ya udah lah, emang dah ga ada kendaraan umum selain taksi :)<br>
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=yYTCy573Ct0">http://www.youtube.com/watch?v=yYTCy573Ct0</a><br>
<br>
Jam 2 malem balik ke asrama, paginya gue bangun dan langsung bongkar kaleng permen Fox yang isinya Raspberyl gue.<br>
<br>
[b]Good morning![/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2924.jpg"/></div><br>
[b]The sun is rise and shine[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2932.jpg"/></div><br>
[b]Sleepy head will get his butt kicked![/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2939.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2941.jpg"/></div><br>
<br>
[b]Ini nih penyebab gue keracunan Nendoroid.[/b]<br>
Resep diabetes = Nendoroid Raspberyl + imut + lucu + nggemesin<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2943.jpg"/></div><br>
<br>
[b]Di Fakultas Tehnik[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2945.jpg"/></div><br>
WUT?! Mereka yang dibawah senam pake lagi pop? Ono-ono wae kuwi wong :D<br>
Tapi kreatif, biasanya lagu senam ga terlalu nyenengin di kuping, kalo yang ini mah orang pada seneng.<br>
<br>
[b]Persiapan acara, nunggu sambil online, nyedot teh kotak, ama sarapan[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2948.jpg"/></div><br>
Dari Mitfah, tunggu namanya bener kan? Woi, yang punya nama, kalo salah SMS gue yah :D<br>
Katanya anak-anak dari Malaysia juga dateng, dia nunjukin mereka lagia asyik photo-photo di tugu fakultas Tehnik. Ada cewenya yang cakep ga yah? XD<br>
<br>
[b]Jedi is good to go[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2952.jpg"/></div><br>
Sebenernya pengen gue jepret pas lagi melorotin celananya, hahahaha...<br>
[b]Jedi in action[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2955.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2964.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2969.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2981.jpg"/></div><br>
<br>
[b]Maskot event di Fakultas Tehnik UGM[/b]<br>
Keren!<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2987.jpg"/></div><br>
Eniwei, ceritanya gue udah janjian ama anak Kaskus, Djayoez. Jadinya pas Rama lagi sibuk ama acaranya, gue cabut ke tempat Djayoez (manager ga bertanggung jawab ya gue :D).<br>
Setelah dianterin ama Panitia acara dari Fakultas Tehnik, gue turun di seberang University Club, bongkar Figma ama Nendoroid dah.<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2989.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2990.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2991.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_2995.jpg"/></div><br>
<br>
[b]Berikutnya, Nendoroid Raspberyl[/b]<br>
Buat berdiri innya, buntutnya gue ganjel pake kerikil<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3002.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3008.jpg"/></div><br>
<br>
Disini gue ketemuan ama Djayoez :D<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3010.jpg"/></div><br>
Langsung keluar dan foto-foto dah.<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3011.jpg"/></div><br>
Ciri khas Nendoroid Miku abal abal adalah muka lagi nyanyi matanya ga ngelirik ke kiri.<br>
Kalo gue sih tinggal liat dari built quality nya aja sih langsung ketahuan :D<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3015.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3016.jpg"/></div><br>
[b]I draw my "meat mace", you draw your "Exca-leek-bur"[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3017.jpg"/></div><br>
Gue baru inget mengenai cerita Rama waktu dia di Bali. Cerita yang membuka satu fakta kecil kalo seorang pembicara atau motivator itu udah sedemikian jeleknya di mata orang-orang hanya karena perkara duit.<br>
Waktu itu Rama cerita mengenai gimana figure seorang pembicara terkenal dimata orang bali. Mereka tanya, kenapa Rama mau aja dateng ke event yang mereka selenggarakan meski bayarannya kecil? Padahal dulu mereka sempat di tolak mentah mentah oleh seorang Ustad terkenal yang sering muncul di TV karena mereka ga sanggup bayar biaya yang diminta manajemen Ustad itu, biayanya udah ga bisa ditawar-tawar lagi.<br>
Sedangkan Rama mau aja datang meski mereka cuma sanggup bayar dalam jumlah kecil doang.<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3020.jpg"/></div><br>
Waktu itu Rama jawab kalo rejeki orang nggak bakal kemana-mana. Kalo emang dapetnya kecil ya udah, toh dimana orang beramal pasti nantinya ada balasan yang setimpal.<br>
Dan beberapa detik kemudian mendadak ponselnya bunyi!<br>
Ternyata itu adalah klien yang mengundang Rama buat jadi pembicara di acara mereka, dan bayaran yang mereka tawarkan asli guede banget (ga usah lah gue sebutin berapa, tapi asli gede kok).<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3023.jpg"/></div><br>
Rama nutup ponselnya dan ngomong ke mereka: "Tuh kan."<br>
Mereka nggak nyangka kalo omongan Rama jadi kenyataan secepat itu :D<br>
Gue sendiri juga rada melongo denger ceritanya, gile juga. Masa baru ngomong begitu mendadak langsung dapet undangan yang nilai bayarannya tinggi banget. Waktu itu Rama nerusin ceritanya, dan bilang ke gue: "Kok bisa yah??"<br>
<br>
Ahahahaha... Gue langsung ngakak dengernya.<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3024.jpg"/></div><br>
Rama juga pernah bilang kalo nggak dibayar juga nggak papa, asal di kasih ongkos transport, akomodasi, makan, dll.<br>
Tapi tentunya ga bisa terus terusan begitu kan? :D<br>
Ada kalanya Rama musti nolak undangan yang ga pake bayaran karena dia musti dateng ke acara lain buat mensubsidi kegiatan sosialnya. Dan ada kalanya meski itu ga ada hubungannya ama besarnya bayaran dia tetep musti nolak karena ada klien yang udah booking jadwalnya tapi ga jelas kapan tanggalnya (ini nih yang dari dulu bikin pusing, yang begini suka bikin bentrok jadwal. Ampun dah >.<)<br>
<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3025.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3030.jpg"/></div><br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3032.jpg"/></div><br>
<br>
[b]Foto foto di akhir acara[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3037.jpg"/></div><br>
Gue balik lagi ke Fakultas Tehnik, ternyata acara dah selesai dan sedang ada sesi foto foto bareng.<br>
Emang dasar kamera gue bulukan, kalo nge jepret didalem ruangan pasti hasilnya jelek >.<<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3038.jpg"/></div><br>
[b]Foto bareng maskot[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3041.jpg"/></div><br>
Ada juga cerita lain Rama waktu di Bali.<br>
Dia cerita kalo ada orang dari Bali yang punya anak Tuna Netra. Dia ngundang Rama dateng ketempatnya buat dimintai nasehatnya.<br>
Waktu itu orang itu ga nge booking tiket pesawat buat Rama. Jadinya Rama musti booking sendiri, bayar sendiri. Setelah ketemu, Rama jelasin kalo sebaiknya mereka (orang tua anak itu) mempersiapkan diri dan memahami apa itu Tuna Netra dan gimana mereka harus menjalani kehidupan mereka dengan anaknya.<br>
<br>
[b]Foto bareng pelajar dari Malaysia[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3044.jpg"/></div><br>
Selesai ketemuan, itu orang juga nggak bayarin biaya penginapan Rama. Balik ke Jakarta juga Rama musti biaya sendiri.<br>
Dalam hati gue, buset dah itu orang, kelewatan bener.<br>
<br>
[b]Perjalanan ke Bandara Adi Sucipto[/b]<br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3048.jpg"/></div><br>
Beberapa hari setelah Rama di Jakarta. Mendadak ada pemberitahuan kalau ada transfer uang yang masuk ke rekening Rama dalam jumlah besar.<br>
Rama sendiri bingung, lho? Event apaan yah? Kayaknya semua transaksi yang berhubungan dengan pekerjaan udah selesai, ini yang mana lagi nih?<br>
<br>
Ternyata itu adalah transfer dari orang yang tadi ngundang Rama.<br>
Ternyata juga, itu orang sengaja nge test Rama.<br>
Ternyata (lagi), imej seorang pembicara atau motivator itu udah sedemikian jeleknya di mata orang itu dan itu orang pengen nge test apa Rama ini sama aja ama orang-orang lainnya. <br>
<div><img src="http://i362.photobucket.com/albums/oo67/pus2meong/powershot/UGM/IMG_3052.jpg"/></div><br>
Orang itu mengira Rama bakal ngasih motivasi yang muluk muluk mengenai informasi penyembuhan mata seorang Tuna Netra, mereka harus gimana, harus beli apa, harus berobat kemana, dan sebagainya. Tapi Rama lain, bukannya ngasih semangat, tapi Rama malah meminta mereka untuk mempersiapkan diri dari sekarang dan menerima kalau anak mereka adalah Tuna Netra.<br>
<br>
Yang pengen di jelasin Rama disini adalah, kalo pada akhirnya semua cara gagal, dan mereka nggak siap, bukannya itu malah bakal menghancurkan anak itu?<br>
Berusaha dalam pengobatan dan penyembuhan memang harus, tapi jangan sampai menutupi kenyataan kalau itupun pada akhirnya bisa gagal, dan kalau mereka tidak terima kenyataan itu, anak mereka yang hancur karena nggak menerima dukungan dari orang tua mereka yang nggak siap menerima anaknya kehilangan penglihatannya. Kalau emang bisa sembuh itu bagus, tapi bukannya lantas mikir kalo kemungkinan nggak bisa sembuh itu nggak ada.<br>
	 ]]></description>
          <link>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=170</link>
          <guid>http://www.nekoroid.com/lang/ind/index.php?news=170</guid>
        </item>
          </channel>
</rss>