|
3 x nekoroid a day, if not getting better, consult to your doctor.
Benarkah Penyadang Cacat = Orang Sakit?:: ::
Category WTF - Date 2009-12-24 - Time 06:22:07
![]()
Kalau seorang tuna netra naik kendaraan umum buat pergi keluar kota, apa itu hal yang biasa? Di luar negeri mungkin itu biasa, tapi di Indonesia? Tuna netra lebih cenderung di ibaratkan orang yang lebih sering jadi pengemis, pengamen, tukang pijat, bahkan orang sakit. Apa itu benar?
Temen gue adalah tuna netra, dia pernah cerita kalo dia naik bis atau kereta ke luar kota, biasa biasa aja tuh. Maksudnya, awak angkutan kereta atau bus nggak lah segitu "panik" nya kalo dia ada didalam kendaraan. Tapi lain lagi urusannya kalau naik pesawat. Oh, disini gue tulis maskapai penerbangan tapi maksudnya nggak jamak. Gue nggak mau sebut secara spesifik yang mana, buat menghindari masalah. Tapi meski begitu ini tetap kejadian nyata yang gue alami sendiri. Jadi artikel ini bukan bullshit, bullcrap, ataupun dogshit. Dia cerita kalau dia naik pesawat di salah satu maskapai penerbangan, dia harus tanda tangan surat pernyataan yang isinya menyatakan kalau pihak penerbangan tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengan nya dan bisa menuntut kalau terjadi masalah yang disebabkan oleh tuna netra. Di surat pernyataan itu juga jelas terindikasi kalau tuna netra di golongkan sebagai orang sakit. Reaksi gue tentunya, Masa sih sampe segitu lebay nya? Tapi ternyata itu benar. Gue alami sendiri kejadiannya. Di bandara Soekarno Hatta, petugas maskapai penerbangan menyarankan kalau temen gue agar didudukin di kursi roda. Tentu gue tolak dong, temen gue cuma buta, tapi masih bisa berdiri dan jalan kok. Setelah dapet sedikit sambutan dari expresi beberapa petugas maskapai penerbangan yang kurang mengenakkan (sayang gue ga foto orangnya, udah keburu gugup soalnya pertama kali naik pesawat :P ), kita terbang ke Yogyakarta. Baliknya, apa yang dicertain temen gue jadi kenyataan lagi. Di bandara Adi Sucipto, pas naik ke pesawat, temen gue harus menandatangani surat pernyataan yang pernah dia ceritain (yang tanda tangan sih gue). Asli sebenernya gue ga mau, tapi kalo keinget bakalan delay dan cekcok dulu ama pihak maskapai penerbangan, belom lagi kemungkinan gue kalo emosi bakalan nonjok penumpang yang marah ke kita karena bikin delay, jadinya gue tanda tangan aja lah. Dari cerita diatas, sekarang kalian tau kalau seorang penyandang cacat, dalam hal ini adalah tuna netra sebagai contoh nyata, dianggap orang sakit. Maskapai penerbangan (ga usah gue sebutin namanya ya, bisa rusuh nanti) merasa kalau mereka ini adalah beban buat mereka, karena itulah mereka membuat kebijakan seperti itu. TAPI! Yang jadi masalah adalah, penyandang cacat, dalam hal ini adalah tuna netra bukanlah orang sakit! Memang mereka nggak bisa melihat, tapi lantas bukan berarti mereka sakit. Salah sekali kalau penyandang cacat di samakan dengan orang sakit. Temen gue sehat kok badannya, kalo memang dia sakit, buat apa sih naik pesawat? Bikin susah diri sendiri aja dan bahkan bisa tambah parah sakitnya. Kalau temen gue itu punya kelainan jantung, atau dalam masa penyembuhan karena habis sakit berat atau operasi, atau hal semacamnya, itu bisa diterima. Tapi temen gue itu cuma buta, dia tuna netra tapi nggak sakit. Dia sehat kok. Tapi kenyataanya, maskapai penerbangan yang kita pakai menganggap kalau itu sama saja dengan orang sakit. Temen gue pernah cerita waktu dia naik Garuda Indonesia nggak di perlakukan begitu sama petugas maskapainya. Beda banget ama maskapai "yang ga usah gue sebutin namanya". Menurut gue, ini adalah bentuk lain dari diskriminasi sosial terhadap penyandang cacat. Karena hal ini, timbul beberapa pertanyaan dari gue: Kalau memang maskapai penerbangan tidak mau bertanggung jawab kalau terjadi apa-apa dengan si penyandang cacat, bagaimana kalau masalah terjadi bukan berasal dari si penyandang cacat? Apa mereka akan lepas tangan? Misalkan terjadi pendaratan mendadak, dan karena tuna netra atau penyadang cacat lainnya terlambat keluar pesawat dan terjadi hal buruk akibat tidak ada yang membantunya, apakah maskapai penerbangan akan bertanggung jawab? Apakah mereka akan masa bodo dan membiarkan penyadang cacat keluar dari pesawat dengan sendirinya karena sudah menandatangani surat pernyataan itu? (dalam keadaan apapun, hidup, mati, ataupun terluka). Kalaupun dibantu, tapi kalau penyandang cacat yang menderita kerugian atas kejadian ini mau menuntut, apakah penandang cacat bisa menuntut maskapai penerbangan atas hal ini? Atau contoh lainnya kalau ada penumpang lain membuat masalah dan temen gue kena imbasnya (terluka misalnya), apa mereka akan lepas tangan? Dan sekali lagi, apakah penyandang cacat bisa menuntut maskapai penerbangan akan hal ini? Ini jadi tambah aneh karena setelah nulis beberapa pertanyaan diatas, gue jadi mikir. "Apa asuransi nggak meng-cover penyandang cacat?" Ada yang bisa jawab pertanyaan diatas? Silahkan email gue kalo berniat menjawab (ada di halaman profil, bisa diakses dari halaman home), sorry gara-gara ini situs jadi sasaran spambot, gue musti matiin figur komentar sementara. Seharusnya, pihak maskapai penerbangan sudah melakukan edukasi kalau penyandang cacat bukanlah orang sakit. Mereka tidak seharusnya main pukul rata kalau tuna netra itu sama saja dengan orang sakit. Kalaupun ada kebijakan mengenai penyandang cacat, seharusnya kebijakan itu melindungi mereka dan bisa membantu mereka selama penerbangan. Bagaimanapun juga mereka adalah warga negara Indonesia yang punya hak sama dengan orang berpenglihatan. Kalau tuna netra harus menandatangani surat itu, SEHARUSNYA orang yang berpenglihatan JUGA mendandatanginya kan? Banyak orang berpenglihatan yang sebenarnya sakit, entah itu jantung, ginjal, diabetes, paru-paru, epilepsi, dan lain lain. Tapi karena mereka berpenampilan "normal" tidak terlihat kalau mereka sakit. Lantas hanya karena temen gue yang tuna netra buta, mereka langsung "Oh, orang buta, dia sakit! Harus tanda tangan surat pernyataan biar kita aman dan ga kena tuntutan!" That's f*cking bullshit man... Maskapai penerbangan "Yang ga usah gue sebutin namanya", atau pihak manapun yang memperlakukan seorang penyandang cacat begitu, saya sarankan kalian mulai belajar dan mengedukasi diri kalian sendiri dalam memperlakuka orang buta atau penyandang cacat lainnya. Apa kalian sadar, dengan meminta seorang tuna netra menandatangani "surat keterangan sakit" yang kalian sodorkan atapun meminta teman/pendampingnya yang menandantangani, kalian sudah menghina mereka? Coba renungkan itu baik baik. Gambar diatas diambil dari game berjudul Katawa Shoujo. Sebuah game yang menceritakan kehidupan penyandang cacat yang bersekolah di sekolah khusus dan mereka menjalani kehidupan mereka sama dengan orang normal lainnya. Karakter dari kiri ke kanan: Lily Satou (Tuna Netra) Hanako Ikezawa (kerusakan kulit wajah dan bagian tubuh permanen) Rin Tezuka (cacat fisik bagian tangan yang tidak tumbuh sempurna) Shizune Hakamichi (Tuna Rungu & Wicara) Emi Ibarazaki (Kehilangan kedua kaki sampai ke batas lutut) Meski mereka penderita cacat tapi kehidupan mereka normal-normal saja. Lily bisa kemana mana sendirian, Hanako yang meski pemalu tapi bisa akrab dengan Lily, Rin yang tidak bisa menggunakan tangannya memakai kakinya untuk melakukan kegiatannya sehari-hari, Shizune yang bisu dan tuli tapi adalah orang yang aktif sebagai ketua kelas, dan Emi yang kehilangan kakinya tapi sangat ceria dan aktif dalam klub atletik (memakai kaki buatan, yang kalo dilihat dari desainnya, itu bisa membuatnya lari kebut). Game ini tidak menggambarkan sosok penyandang cacat sebagai orang sakit. Justru orang normal yang menjadi tokoh utamanya lah yang digambarkan sebagai orang sakit. Tokoh utama normal-normal saja, tidak punya cacat fisik, tapi dia mengalami kelainan jantung. Kalo orang semacam ini naik pesawatnya, sudah sepantasnya dia juga harus menandantangani surat pernyataan itu. Tapi apakah petugas maskapai penerbangan peduli dan mau menanyakan akan kondisi orang yang terlihat normal dan sehat? Silahkan kunjungi situs game ini di: http://katawa-shoujo.com Game ini sudah tersedia versi demonya, silahkan di download: http://katawa-shoujo.com/download.php Navigation
Navigate this site
For Cellphone Users
Require QR Code reader installed in your cellphone !
![]() Indonesia Mobile RSS Feed ! Friend List
Go here for another fun stuff
Sponsors
The guys who gave us money and free stuff
Categories
So you would not be confused
|